Menghadapi Badai Salju di Alam Liar
Jika badai salju datang, segera buat gundukan salju dan masuk ke dalamnya sebagai iglo darurat. Jangan terus berjalan karena berisiko hilang arah. Tunggu badai reda sambil menjaga tubuh tetap hangat.
Jika badai salju datang, segera buat gundukan salju dan masuk ke dalamnya sebagai iglo darurat. Jangan terus berjalan karena berisiko hilang arah. Tunggu badai reda sambil menjaga tubuh tetap hangat.
Sahara sangat luas dan panas. Berjalanlah malam hari untuk menghemat energi. Siang hari, buat perlindungan dari kain atau pasir. Air bisa diperoleh dari oasis kecil atau tanaman kaktus yang menyimpan cairan.
Hutan musim dingin penuh salju menuntut teknik khusus. Gunakan lapisan pakaian berlapis untuk mempertahankan panas. Kayu kering bisa ditemukan di bawah pohon cemara. Untuk makanan, jejak rusa atau kelinci sering terlihat di salju.
Tanpa lampu, malam di alam liar bisa sangat gelap. Obor bisa dibuat dari kain bekas yang dililit pada batang kayu lalu direndam minyak hewani atau getah pinus. Cahaya api tidak hanya membantu melihat, tetapi juga menakuti hewan liar.
Rimba tropis lembap dan penuh satwa liar. Buat shelter terangkat agar aman dari hewan merayap. Gunakan bambu untuk membuat wadah air. Api sangat penting, baik untuk memasak maupun mengusir nyamuk.
Beberapa tanaman liar bisa membantu survival. Aloe vera untuk luka bakar, daun jambu biji untuk diare, dan kunyit hutan untuk antiseptik alami. Namun, jangan konsumsi tanaman yang tidak dikenal karena bisa beracun.
Pegunungan berbatu rawan longsor dan minim vegetasi. Carilah cekungan batu sebagai tempat berlindung dari angin. Air biasanya terkumpul di celah bebatuan. Gunakan batu tajam sebagai peralatan dasar.
Jika lebah menyerang, jangan melawan atau memukulnya. Segera lari menjauh sejauh mungkin, lebih baik ke area terbuka berangin. Jika disengat, oleskan lumpur atau tanaman lidah buaya untuk mengurangi bengkak.
Sabana terbuka membuat sulit mencari perlindungan. Gunakan semak besar atau pohon akasia sebagai teduhan. Air bisa diperoleh dari buah liar atau mengikuti kawanan hewan yang menuju sumber air tersembunyi.
Tanpa peralatan, daun besar seperti pisang atau talas bisa dijadikan wadah air, piring, bahkan tempat memasak dengan cara dikukus. Daun juga dapat digunakan sebagai pembungkus makanan untuk menghindari serangga.