Survival di Gurun Dingin Mongolia
Gurun Mongolia memiliki perbedaan suhu ekstrem siang dan malam. Siang, lindungi diri dari panas dengan pakaian longgar. Malam, gunakan api dan pakaian berlapis. Air bisa diperoleh dari salju atau embun pagi.
Gurun Mongolia memiliki perbedaan suhu ekstrem siang dan malam. Siang, lindungi diri dari panas dengan pakaian longgar. Malam, gunakan api dan pakaian berlapis. Air bisa diperoleh dari salju atau embun pagi.
Jika topan datang, jauhi pohon tinggi dan cari tanah rendah. Shelter darurat bisa dibuat dari lubang galian. Gunakan tubuh untuk menahan angin dan lindungi kepala dengan tas atau tangan.
Jangan berjalan jauh di malam hari. Buat api untuk perlindungan dari hewan. Dengarkan suara air sebagai petunjuk lokasi sungai. Tunggulah pagi sebelum bergerak agar tidak semakin tersesat.
Savana Australia penuh rumput kering yang mudah terbakar. Hindari membuat api besar. Air bisa ditemukan di lubang hewan wombat atau akar tanaman. Makanan darurat bisa berupa serangga atau reptil kecil.
Gletser berbahaya karena retakan tersembunyi. Gunakan tongkat untuk menguji pijakan. Jika terjebak, cari gua es kecil sebagai shelter sementara. Air bisa diperoleh dengan mencairkan bongkahan es menggunakan api atau panas tubuh.
Anjing liar biasanya menyerang berkelompok. Jangan lari, tapi berdiri tegak dan gunakan tongkat sebagai senjata. Buat suara keras untuk menakutinya. Jika terpaksa melawan, bidik mata atau hidung yang sensitif.
Hutan boreal atau taiga dipenuhi pohon konifer. Kayunya sangat bagus untuk bahan bakar. Jarum pinus bisa dibuat teh vitamin C. Untuk shelter, gunakan ranting cemara sebagai alas tidur agar tubuh tidak kontak langsung dengan tanah dingin.
Setelah erupsi, lahar panas menjadi ancaman. Segera menuju dataran tinggi. Gunakan masker atau kain basah untuk menyaring debu vulkanik. Bertahan dengan mencari sumber air yang tidak tercemar abu.
Burung bisa ditangkap dengan jerat sederhana dari tali atau akar. Tempatkan jerat di jalur yang sering dilalui burung atau di dekat sumber makanan alami. Hasil tangkapan bisa dipanggang untuk sumber protein.
Setelah gempa, survival bisa terjadi di reruntuhan. Bertahanlah dengan memanfaatkan kantong udara. Hemat energi, ketuk dinding untuk memberi tanda pada penyelamat, dan gunakan kain untuk menyaring debu saat bernapas.